ayo bisa

Kamis, 19 Juli 2012

Kebiasaan Negeri 1001 Menara


Guys bentar lagi puasa nih and postingan saya ini membahas tentang kebiasaan orang Mesir. (checkitdot Nyoo)
Di "Negeri 1001 Menara" (Mesir) Ada satu hal yang ini terbilang unik dalam menyambut Ramadhan. Dan ini gak ada di waktu-waktu lainnya. namun seluruh bangsa-bangsa Arab seolah sepakat untuk melakukannya, sebagai ungkapan dan menggambaran rasa senang dan syukurnya atas "kedatangan" Ramadhan. Salah satunya lampu fanos atau fanous.
Pada awal Ramadhan, banyak sekali mayarakat membeli fanos. Fanos (fanus) adalah sejenis lampu hias. Namun lampu ini terasa lain jika di pasang dikala Ramadhan. Dengan segenap pernak-pernik yang melingkupinya, menjadikan lampu ini makin istimewa. Ukuran lampu inipun bermacam-macam. Dari yang kecil sampai yang besar. Bahkan fanus made in china pun ikut menghiasi Ramadhan di "Bumi Kinanah" ini.
Selalin sebagai ungkapan kebahagiaan atas kedatangan "tamu" Ramadhan, fanus sendiri mempunyai arti lain. Ia hadir sebagai perlambang pada kita semua, bahwa pada hakikatnya lampu itu adalah sumber pencerahan bagi sekitarnya. Bagi kita semua. Pun demikian dengan hadirnya Ramadhan ditengah-tengah kita. Bisa diibaratkan sebagai lampu penerang dalam fase hidup kita.  Setelah sekian waktu sibuk bergelut dengan kesibukan dan segala rutinitas kita, kita diterangi oleh sebuah lampu "Ramadhan" yang bakal mengantarkan kita pada tingkatan yang akan membuat kita tenang, adem dan jauh dari hiruk pikuk dunia sebagaimana biasanya.
Selain fanos, ada beberapa kue di mesir yang muncul hanya di Bulan Ramadhan. Kue itu ialah Qotoif, manisan, dan kue yang seperti bihun, berwarna putih, sampai detik ini penulis artikel yang saya dapat ini pun tak tahu namanya. (he..he..he..)
Qotoif sendiri ini seperti kue serabi kalo di indonesia yang biasanya dicampur dengan dawet (minuman khas jawa). Biasanya cara memakannya, dengan dicampurkan kolak untuk pembuka hidanan berbuka puasa. Termasuk kue yang seperti bihun tersebut yang kata penulisnya Enak...kk banget!! (saya belum rasain jadi gak bisa nentuin enak apa gaknya hehe)
Selain itu ada kebiasaan unik lainnya jika Ramadhan datang. Orang-orang Mesir banyak sekali mendirikan tenda-tenda ditepi jalan untuk menyuguhkan maidaturrahman. Maidaturrahman adalah sebutan makanan yang dihidangkan di mesjid-mesjid, ditepi jalan, dan ditempat-tempat umum lainnya. Makanan ini dibagikan free tanpa sepeserpun untuk mencicipinya.

Bahkan ada juga yang modelnya dengan cara disuruh mengambil jatah setiap hari dari awal Ramadhan sampai Ramadhan berakhir. Menu yang dihidangkan beragam. Dari ayam, daging, nuggets, dll. Ada juga yang dengan seadanya hanya membagikan 3 butir kuram di belokan-belokan dan perempatan penjuru negeri. Plus segelas minuman alakadarnya, cukup untuk membatalkan puasa dihari itu.

Yang tak kalah seru, menjelang 10 terahir dari Bulan Ramadhan, pasti banyak yang bersedekah. Biasanya informasi ini menyebar dari mulut ke mulut, dari telpon ke telpon. Bila mendengar satu maka informasi itu bakal mudah tersebar. Dan fariasi dari sedekah ini pun bermacam-macam, ada yang ngasih 10 LE, 20 LE, bahakan ada yang sampai lebih dari 100 LE per orangnya.
Subhanallah...!!

Semoga Kau berikan rahmatmu dan lailatul qadarmu padaku, di Ramadhan ini, ya...Rabb amin !!
Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar